ISOLASI KURKUMIN DARI KUNYIT PDF

Selain itu, kromatografi dapat dibedakan berdasarkan media yang digunakna, yaitu: a. Kromatografi kertas b. Kromatografi lapis tipis KLT c. Kromatografi Gas Kurkumin adalah komponen utama senyawa kurkuminoid hasil metabolit sekunder yang banyak terdapat apad tanaman jenis kunyit dan temulawak suku Zingiberaceae. Senyawa kurkuminoid lainnya bis-demetoksi dan demetoksi kurkumin.

Author:Fenritilar Dor
Country:Cambodia
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):9 November 2018
Pages:43
PDF File Size:13.60 Mb
ePub File Size:10.14 Mb
ISBN:861-6-52920-510-2
Downloads:44278
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grolar



Tujuan Percobaan 1. Menentukan nilai Rf hasil pemisahan zat warna pada tiap-tiap fraksi eluat kromatografi kolom. Teori Dasar Kurkumin atau 1,7-bis- 4 hidroksimetoksi fenol hepta-1,6- diena-3,5 dien merupakan senyawa hasil isolasi dari tanaman Curcuma sp. Meiyanto, Kurkumin yang dikenal sebagai bahan alam berupa zat warna kuning ini memiliki berat molekul Senyawa kurkumin biasanya terdapat sekitar 1. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen.

Pemisahan dicapai oleh perbedaan laju turun masing-masing komponen dalam kolom yang ditentukan oleh kekuatan adsorpsi atau koefisien partisi antara fasa gerak dan fasa diam Yoshito, KLT disebut juga kromatografi kolom terbuka.

Metode ini sederhana, sensitif dan cepat dalam pemisahan. Kecepatan pemisahan yang tinggi dan mudah juga dimiliki KLT Khopar, Data Pengamatan A. Isolasi Kurkumin 1. Zat Pewarna Makanan 1. Perhitungan dan Pengolahan Data A. Pembahasan Penyampuran 20 gram rimpang kunyit kering -yang digunakan saat percobaan adalah bubuk rimpang- dengan 50 ml diklorometana akan menjadi suatu larutan.

Larutan tersebut kemudian direfluks selama 1 jam sambil menunggu melakukan percobaan pemisahan zat pewarna makanan. Proses refluks dimaksudkan agar memekatkan larutan rimpang kunyit-diklorometana, dengan menguapkan senyawa diklorometana.

Selanjutnya refluktan campuran pekat di saring dengan penyaring vakum lalu ambil filtrat berupa larutan kuning. Kemudian larutan dipekatkan melalui distilasi penangas air 50 oC, diperoleh distilat berupa diklorometana dan residu berupa kurkumin.

Residu kemerah-merahan yang didapat kemudian dicampurkan dengan 20 ml n-heksana dan diaduk merata. Penambahan n-heksanan pada campuran bertujuan untuk menggumpalkan campuran menjadi padat, memisahkan diri dari pelarut dan kemudian disaring lagi dengan penyaring vakum.

Penyaringan dimaksudkan agar diperoleh kurkumin murni berupa padatan yang tertinggal residu pada saringan vakum.

Dengan menyiapkan kaca berukuran 7x5 cm yang dilapisi silika gel. Diberi batas bawah 2 cm dari ujung pelat dan atas dengan pensil, penggunaan KLT preparatif 1 kelompok untuk 2 percobaan. Perlu menyiapkan sampel yang akan dielusi, yaitu 0.

Setelah itu diteteskan perlahan, secara menyebar dengan menggunakan pipet tetes. Perlakuan dilakukan beberapa kali untuk memastikan semua sampe terserap pada pelat silikat KLT preparatif. Digunaka eluen tersebut karena sebagai fasa gerak pada pengujian yang merupakan senyawa polar disamping fasa diam berupa silika gel, senyawa polar.

Langkah selanjutnya sampel beserta KLT preparatif dilihat dibawah sinar lampu UV, untuk memunculkan dengan jelas pita komponen warna utama. Akhirnya diperoleh 3 warna utama hasil uji sampel, yaitu kuning 0.

Diketahui bahawa zat yang memiliki kepolaran tinggi akan tertahan lebih lama pada fasa diam, saat ini ditunjukkan oleh senyawa demetoksi kurkumin yang berwarna kuning. Kepolaran lebih rendah diikuti oleh bisdemetoksi kurkumin warna jingga dan jarak terjauh diperoleh oleh kurkumin ditunjukkan warna jingga tua.

Sebenarnya sebelum mengecek jarak noda 3 warna utama, dilakukan dahulu pemisahan komponen yang dipilih dengan mengerok lapisan silika dan ditampung pada kertas. Silika Silika dipindahkan ke dalam gelas kimia dan dilarutkan saring dan cuci dengan diklorometana. Filtrat kemudian diuapkan dengan evaporator atau distilasi penangas air 60 oC. Tapi karena waktu praktikum telah selesai, maka tidak dapat dilakukan proses seperti pada paragraf diatas.

Keberadaan 3 warna utama yang terpisah menunjukkan bahwa kurkumin benar adanya dalam sampel yang telah kita uji pada bubuk rimpang kunyit kering. Sembari percobaan seputar isolasi kurkumin dilakukan, diuji cobakan juga pemisahan zat pewarna makanan. Penyiapan sampel adalah dengan zat pewarna makanan sebesar 0. Larutan disimpan setelah penyiapan kromatografi kolom selesai. Kromatografi kolom dapat dibuat dengan dua car, yaitu dengan syringe plastik ditambah 1. Yang dipilih dalam percobaan menggunakan syringe plastik bersama 1.

Setelah semua siap, diteteskan 10 tetes sampel larutan zat warna pekat ke dalam kolom. Penambahan pelarut terus dilakukan sampai terlihat pita-pita berwarna. Tiap pita yang keluar dengan warna berbeda disimpan dalam tabung reaksi berbeda. Penggantian pelarut tiap pergantian pita warna yang muncul adalah agar warna yang akan dikeluarkan dapat keluar dan tidak tercampur kembali dengan warna sebelumnya.

Jika pelarut tidak diganti maka dapat dipastikan warna yang keluar akan bercampur dengan warna yang diatasnya dan warna akan menjadi seperti warna awal sebelum dipisahkan karena saling melarutkan polar-polar dan nonpolar-nonpolar hal ini telah dicoba secara sengaja oleh praktikan.

Setelah didapat hasil pemisahan warna, warna-warna sebelum dan sesudah kromatografi kolom di uji pada KLT dengan menotolkan sampel zat pewarna dengan larutan warna baku yang telah tersedia pada pelat KLT 7x5cm. Didapat 3 warna penyusun warna utama, yaitu biru dengan jarak 1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Rf hasil percobaan dengan Rf referensi.

Rfref selalu memiliki nilai yang lebih besar dibanding Rf, hal ini mengindikasikan bahwa jarak masing-masing senyawa yang diuji pada referensi lebih jauh terhadap batas bawah KLT dibanding pada jarak hasil KLT percobaan. Penyebabnya karena kepolaran senyawa-senyawa yang kami isolasi dari kunyit memilliki kepolaran lebih tinggi dibandingkan isolasi referensi.

Kepolaran yang lebih tinggi ini disebabkan karena pelarut yang digunakan dalam pemisahan warna pada kromatografi kolom terlalu banyak, sehingga meningkatkan kepolaran senyawa-senyawa pewarna tersebut. Kedua pelarut ini memili polaritas yang lebih tinggi dibandingkan zat pewarna setelah warna pertama keluar.

Dengan penambahan tiap tetes pelarut pada pewarna, menyebabkan kepolaran zat pewarna tersebut meningkat. Sehingga dapat dipastikan hasil dari KLT akan diperoleh jarak yang cenderung lebih dekat dibandingkan jarak pewarna yang murni terhadap batas bawah KLT karena kepolarannya yang rendah yang sesuai referensi. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan diperoleh nilai Rf hasil perolehan kemurnian fraksi kurkumin pada KLT yaitu 0.

Nilai Rf hasil pemisahan zat pewarna pada masing-masing fraksi adalah warna biru sebesar 0. Daftar Pustaka Khopkar, S. Konsep Dasar Kimia Analitik. New York. Meiyanto, E. Pasto, D. Experiments and Techniques in Organic Chemistry. Prentice Hall Inc. Macroscale and Microscale Organic Experiments, 3rd edition. P Yoshito, Takeuchi. Introduction to Chemistry. Related Papers.

DOC 9481 OACI PDF

Isolasi Kurkumin Dari Kunyit

Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah diharapkan dapat menjelaskan proses dan teknik pemisahan kurkumin dari kunyit secara kromatografi serta sifat-sifat kurkumin. Landasan Teori Berdasarkan penelitan Chearwae, et al. Spot yang terakhir kali terelusi paling non polar yaitu spot A diidentifikasi sebagai kurkumin, kemudian demetoksikurkumin B dan bisdemetoksikurkumin C. Jika dianalisa berdasarkan kepekatan warna dan luas spot pada plat KLT, kurkumin merupakan pigmen yang paling dominan yang terdapat pada kunyit. Kurkumin telah diketahui memiliki aktivitas biologis dengan spektrum yang luas.

EL ENTORNO DE PROGRAMACION UNIX KERNIGHAN PIKE PDF

Berdasarkan definisi prinsip kromatografi tersebut, kromatografi kolom sama dengan KLT, dimana senyawa-senyawa dalam campuran terpisahkan karena adsorbsi suatu padatan penyerap sebagai fasa diam dan eluennya sebagai fasa gerak. Perbedaa kecepatan migrasi tiap komponen dapat disebabkan oleh kemampuan masing-masing komponen untuk teradsorpsi atau perbedaan distribusi diantara dua fase yang tak saling campur. Pada percobaan ini sebelum dilakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan proses preparasi sampel. Kunyit yang digunakan berbentuk serbuk halus, agar mempermudah pemisahan kurkumin dari kunyit dan hasil yang akan diperoleh lebih maksimal. Proses refluks dilakukan dengan menggunakan dikloroetan, tujuannya untuk memaksimalkan proses isolasi. Dengan menggunakan pelarut yang bersifat nonpolar sebab kurkumin juga bersifat nonpolar. Jadi senyawa yang bersifat nonpolar salah satunya kurkumin kita pisahkan terlebih dahulu.

AD9835 DATASHEET PDF

Menghasilkan 13 noda pada pelat KLT Gambar: hasil dari kromatografi gravitasi Gambar: hasil dari kromatografi gravitasi F. Pembahasan Kunyit adalah jenis tumbuhan rimpang dengan warna kuning kemerah-merahan pada rimpangnya. Di dalam kunyit telah diketahui mengandung senyawa kurkumin. Kurkumin adalah senyawa turunan fenolik dari hasil isolasi rimpang tanaman kunyit Curcuma longa. Zat ini adalah polifenol dengan rumus kimia C21H20O6.

Related Articles