JURNAL PERATAAN LABA PDF

Toshakar Analisis perataan laba dan faktor-faktor yang mempengaruhi: Partially, profitability and company size significantly negative direction of income smoothing, the value of the company have significant influence with a positive direction toward the practice of income smoothing. This study aims to determine the effect of profitability, firm size, and value of company on income smoothing. While the results of logistic regression analysis either simultaneously or separately on the four independent variables suspected to affect the practice of income smoothing was only an effect ofproven profitability. Email the author Login required.

Author:Nekree Mazuzahn
Country:Brazil
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):28 December 2014
Pages:480
PDF File Size:16.41 Mb
ePub File Size:20.94 Mb
ISBN:677-5-27566-813-2
Downloads:60994
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Torr



Latar Belakang Ketatnya persaingan dalam dunia bisnis menjadi pemicu yang kuat bagi manajemen perusahaan untuk menampilkan performa terbaik dari perusahaan yang dipimpinnya; karena baik buruknya performa perusahaan akan berdampak terhadap nilai pasar perusahaan di pasar dan juga mempengaruhi minat investor untuk menanam atau menarik investasinya dari sebuah perusahaan. Akhirnya, hal ini mempengaruhi ketersediaan dan besarnya dana yang bisa dimanfaatkan perusahaan beserta tinggi rendahnya Cost Of Capital COC yang harus ditanggungnya.

Laporan keuangan merupakan sarana utama melalui mana informasi keuangan dikomunikasikan kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Untuk itu, laporan keuangan harus mampu menggambarkan posisi keuangan dan hasil-hasil usaha perusahaan pada saat tertentu secara wajar Dwiatmini dan Nurkholis, Salah satu informasi yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah informasi atas laba.

Informasi laba secara umum menjadi perhatian utama dalam penaksiran kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Informasi laba ini juga membantu pemilik atau pihak lain untuk melakukan penaksiran atas kekuatan laba perusahaan di masa yang akan datang Harahap, Pentingnya informasi laba ini disadari oleh manajemen, sehingga manajemen cenderung melakukan disfunctional behaviour perilaku tidak semestinya , yaitu dengan melakukan perataan laba untuk mengatasi berbagai konflik yang timbul antara manajemen dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan Sugiarto, Disfunctional behaviour tersebut dipengaruhi oleh adanya asimetri informasi information asymetry dalam konsep teori keagenan agency theory.

Hubungan keagenan muncul ketika seorang individu atau lebih yang disebut pemilik principal memperkerjakan individu yang lain atau organisasi agent untuk melaksanakan pekerjaan dan kemudian mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada agen tersebut Jensen dan Meckling, Konflik keagenan akan muncul apabila masing-masing pihak mempunyai perbedaan kepentingan dan ingin memperjuangkan kepentingan masing-masing.

Dalam hubungan keagenan, manajer mempunyai asimetri informasi terhadap pihak eksternal perusahaan, seperti kreditur dan investor. Asimetri informasi antara agent dan principal dapat memicu manajer umtuk melakukan disfuctional behaviour. Asimetri informasi terjadi ketika manajer memiliki informasi internal perusahaan relatif lebih banyak dan mengetahui informasi tersebut relatif lebih cepat dibandingkan dengan pihak eksternal. Dalam kondisi tersebut, manajer dapat menggunakan informasi yang diketahuinya untuk memanipulasi laporan keuangan sebagai usaha untuk memaksimalkan kemakmurannya Salno dan Baridwan, Kesenjangan informasi antara kedua belah pihak memicu munculnya perataan penghasilan Fudenberg dan Tirole, Topik perataan penghasilan income smoothing terkait erat dengan konsep manajemen laba earnings management.

Seperti halnya manjemen laba, penjelasan konsep perataan laba juga menggunakan pendekatan teori keagenan agency theory. Tindakan perataan penghasilan bersih atau laba merupakan tindakan yang umum atau rasional Jatiningrum, Praktik perataan laba merupakan fenomena yang umum terjadi sebagai usaha manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan Narsa, dkk.

Tindakan perataan laba adalah suatu sarana yang dapat digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi pelaporan penghasilan dan memanipulasi variabel-variabel akuntansi semu atau dengan melakukan transaksi-transaksi riil Brayshaw dan Eldin, Bagi manajemen, seringkali tidak penting untuk melaporkan laba maksimal, bahkan manajemen lebih cenderung melaporkan laba yang dianggap normal bagi perusahaan untuk beberapa periode Samlawi dan Sudibyo, Perataan laba menjadi suatu hal yang merugikan investor, karena investor tidak akan memperoleh informasi yang akurat mengenai laba untuk mengevaluasi tingkat pengembalian dari portofolionya.

Tindakan perataan laba mengakibatkan pengungkapan dalam laporan keuangan menjadi tidak memadai Dwiatmini dan Nurkholis, Perataan laba dalam laporan keuangan merupakan hal yang biasa dan dianggap masuk akal Bartov, Praktik perataan laba didorong oleh berbagai faktor. Sedangkan faktor-faktor laba adalah pengaruh dari angka-angka laba periodik yang dengan sendirinya juga mendorong perilaku perataan laba.

Perataan laba tidak akan terjadi jika laba yang diharapkan tidak terlalu berbeda dengan laba yang sesungguhnya Prasetio, dkk. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba telah dilakukan baik di luar negeri maupun di Indonesia, antara lain oleh Ashari dkk.

Di Indonesia penelitian sejenis telah dilakukan oleh Jin dan mahfoedz ; Jatiningrum ; Salno dan Baridwan ; Samlawi dan Sudibyo ; Narsa,dkk. Namun, praktik perataan laba dan faktor-faktor yang mempengaruhinya tetap menarik untuk diteliti mengingat tidak konsistennya hasil-hasil penelitian sebelumnya.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian tersebut adalah : 1. Sampel penelitian tidak hanya terbatas pada perusahaan manufaktur, tetapi juga perusahaan keuangan Finansial.

Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah perusahaan publik yang termasuk dalam sektor manufaktur dan keuangan terlihat mendominasi keseluruhan perusahaan yang terdaftar di BEJ Murtanto, Selain itu, berdasarkan hasil penelitian terdahulu, terbukti bahwa kedua sektor perusahaan tersebut paling banyak melakukan praktik perataan laba Salno dan Baridwan, ; Samlawi dan Sudibyo, Penelitian ini menambahkan variabel sektor industri sebagai salah satu variabel yang diduga dapat mempengaruhi praktik perataan laba.

Hal ini berbeda dengan penelitian Yusuf dan Soraya yang hanya menguji 4 variabel, yaitu : ukuran perusahaan, profitabilitas, Leverage operasi dan status perusahaan. Variabel leverage dalam penelitian ini diukur dengan financial leverage bukan operating leverage.

Hal ini berdasarkan alasan bahwa financial leverage menunjukkan seberapa efisien perusahaan memanfaatkan ekuitas pemilik dalam rangka mengantisipasi hutang jangka panjang dan jangka pendek perusahaan sehingga tidak akan mengganggu operasi perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang Andhini, Hutang yang besar berarti rasio leverage yang besar. Hutang yang besar mengakibatkan risiko semakin meningkat. Jadi semakin besar leverage, maka risiko yang ditanggung oleh pemilik modal juga akan semakin meningkat Widyaningdyah, Rasio leverage yang besar menyebabkan turunnya minat investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut, sehingga dapat memicu adanya tindakan perataan laba Narsa,dkk.

Penelitian ini menggunakan periode pengamatan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu sejak tahun sampai dengan tahun

JENS BLAUERT PDF

JURNAL PERATAAN LABA PDF

.

JAVA WEB SERVICES MIT APACHE AXIS2 PDF

Jurnal Doc : jurnal perataan laba tahun 2017

.

Related Articles